Kamis, 01 Juni 2017

Contoh Makalah IPS tentang Ketenagakerjaan


Ketenagakerjaan

  1. Ketenagakerjaan
Menurut Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan , tenaga kerja adalah          setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Angkatan kerja adalah penduduk yang mempunyai usia kerja antara 15 sampai 65 thn yang sedang bekerja,mencari kerja,atau akan bekerja. Kesempatan kerja yaitu suatu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan kerja yang siap di isi oleh para pencari kerja.
Tenaga kerja atau manpower terdiri atas angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja atau labor force terdiri atas:
  1. Golongan yang bekerja
  2. Golongan yang menganggur dan mencari pekerjaan

Kelompok bukan angkatan kerja terdiri atas:
  1. Golongan masih sekolah
  2. Orang yang mengurus rumah tangga
  3. Golongan lain-lain atau penerima pendapatan(orang-orang cacat,jompo ,dan orang yang sudah pensiun)
Ketiga golongan bukan angkatan kerja di atas juga disebut sebagai  angkatan kerja potensional ,karena golongan ini sewaktu-waktu dapat menawarkan jasanya untuk bekerja. Oleh karena itu, kelompok ini sering disebut potential labor force




  1. Bekerja ( Working )
Orang yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan minimal satu jam dalam satu minggu sebelum pencacahan disebut bekerja.  Penggolongan kerja menurut jam kerjanya di bedakan sebagai berikut :
  1. Bekerja Penuh
Orang digolongkan bekerja penuh jika selama satu minggu bekerja selama 35 jam atau lebih
  1. Setengah Penganggur
Orang digolongkan setengah penganggur jika selama satu minggu bekerja kurang dari 35 jam
  1. Setengah Pengganggur Kritis
Orang digolongkan setengah penggamguran kritis apabila jika dalam satu minggu bekerja kurang dari 14 jam


    3.Kesempatan Kerja
    Kesempatan kerja (employment) merupakan jumlah lowongan kerja yang tersedia di dunia kerja, atau banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk angkatan kerja. Di Indonesia masalah kesempatan kerja di jamin di dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2 yang berbunyi :”Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Menurut Undang-Undang No.13 Tahun 2003 pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan yang dialami oleh negara kita. Jadi,pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas penciptaan kesempatan kerja serta perlindungan terhadap tenaga kerja .
    Pemerintah maupun masyarakat telah melakukan berbagai cara untuk memperluas kesempatan kerja, misalnya:
  1. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan, baik yang di lakukan oleh pemerintah maupun masyarakat
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)  melalui pelaksanaan wajib belajar 9 tahun
  3. Mendirikan berbagai macam usaha seperti usaha industri, agraris, jasa, maupun perdagangan


4.Pengangguran.
Pengganguran adalah penduduk usia kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Pengangguran bukan hanya menjadi masalah pribadi yang bersangkutan,tetapi juga bagi masyarakat dan negara. Masalah pengganguran berawal dari tingkat pertambahan penduduk. Tingkat pertambahan penduduk mempengaruhi jumlah penduduk,angkatan kerja,dan tenaga kerja.
A . Macam-Macam Pengganguran
Menurut sebab terjadinya, pengganguran dapat digolongkan menjadi sebagai berikut:
  1. Pengganguran Struktual
Pengangguran Struktual  adalah pengganguran yang di sebabkan oleh adanyaperubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat adanya perkembangan ekonomi
  1. Pengganguran Friksional
Pengganguran Friksional  adalah pengganguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja. Kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja dapat di sebabkan oleh : Kondisi Geografis,informasi yang tidak sempurna dan proses perekrutan yang lama
  1. Pengganguran Musiman
Pengganguran Musiman adalah pengganguran yang terjadi karena pergantian musim, misalnya, para petani, pada musim tanam mempunyai pekerjaan, tetapi saatmusim kemarau tidak mempunyai pekerjaan (menganggur).
  1. Pengganguran Teknologi
Pengganguran Teknologi adalah pengganguran yang di sebabakan penggunaan teknologi seperti mesin-mesin modern, sehingga mengurangi penggunaan tenaga karja manusia.
  1. Pengganguran Konjungtur
Pengganguran Konjungtur adalah pengganguran yang disebabkan oleh adanya siklus konjungtur(perubahan kegiatan perekonomian ) .
  1. Pengganguran  Normal
Penggangguran Normal adalah pengganguran yang di sebabkan karena memang belum mendapat pekerjaan karena pendidikan dan keterampilan yang tidak memadai.

Menurut aktivitas subjeknya, pengganguran dibrdakan menjadi sebagai berikut :

  1. Pengganguran Terselubung (disguised unemployment)
Yaitu tenaga kerja yang tidak maksimal menggunakan waktunya untuk bekerja karena sesuatu alas an tertentu .
  1. Pengganguran Terbuka(open unemployment)
Yaitu tenaga kerja yang sungguh-sungguh  tidak mempunyai pekerjaan.
  1. Setengah menganggur (under unrmployment)
Yaitu tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu.

B.Penyebab Terjadinya Pengangguran

  1. Aspek Kependudukan
  2. Aspek Ekonomi
  3. Aspek Pendidikan
C.Dampak Pengangguran
  1. Pertumbuhan ekonomi terhambat
  2. Penghasilan pajak Negara menurun
  3. Kerawanan social
  4. Standar kehidupan menurun
  5. Kemunduran mental
  6. Terjadinya Kriminalitas
  7. Tingkat Kesehatan buruk
  8. Turunnya tingkat kemakmuran
  9. Meningkatnya kegiatan ekonomi ilegal ( banyak barang selundupan )

D.Cara Mengatasi Pengangguran

  1. Mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia melimpah, missal dengan menyelenggarakan pameran bursa tenaga kerja
  2. Mendorong majunya pendidikan
  3. Memberikan informasi mengenai tempat-tempat  yang membutuhkan tenaga kerja
  4. Mendirikan pusat-pusat latihan kerja
  5. Mengirim tenaga kerja ke luar negri
  6. Menetapkan Upah Minimum Regional (UMR)
  7. Pengembangan sector informal seperti home industry
  8. Pembukaan proyek-proyek umum, hal ini bisa dilakukan oleh pemerintah seperti pembangunan jalanraya,jembatandanlain-lain.

E.Peranan Pemerintah Dalam Upaya Menanggulangi Masalah Tenaga Kerja

  1. Peningkatan Mutu Tenaga Kerja
  2. Pengadaan  Perangkat Hukum yang mengatur tentang Ketenagakerjaan (aspek hukum)
  3. Pengeluaran Pemerintah untuk Pembangunan dan Investasi Baru (aspek ekonomi)
  4. Melaksanakan Program Transmigrasi
  5. Menciptakan Program Padat Karya
  6. Melakukan Pembinaan Kewirausahaan
  7. Menetapkan Upah Minimum Provinsi  (UMP)
  8. Peningkatan Pengiriman Tenaga Kerja ke Luar Negeri

5.Permasalahan Pasar Kerja
Pasar Kerja adalah seluruh aktivitas dari seluruh pelaku-pelaku yang mempertenukan pencari kerja dan lowongan kerja. Pelaku-pelaku ini terdiri dari :
  1. Pengusaha yang memerlukan tenaga kerja
  2. Para pencari kerja
  3. Pihak ke tiga yang memberikan kemudahan bagi pengusaha dan pencari kerja untuk saling berhubungan (Depatermen Tenaga Kerja atau Pengusaha pengerah tanaga kerja)
Proses menemukan tenaga kerja yang di lakukan oleh Pengusaha,dan proses menemukan pekerjaan yang di lakukan oleh pencari kerja pada umumnya terdapat kenyataan sebagai berikut:
  1. Tingkat Pendidikan,Keterampilan,dan Kemampuan yang di miliki pencari kerja belum tentu sesuai dengan permintaan tenaga kerja .
  2. Situasi yang di harapkan oleh para pencari kerja sering tidak sesuai
  3. Informasi yang di miliiki oleh Pengusaha maupun para pencari kerja sama-sama terbatas. Akibatnya, kuakitas tenaga kerja yang di peroleh kurang memenuhi tuntunan yang sebenarnya.






#Maaf bila ada yang salah. Harap dikoreksi, Maklum ... Newbie...

Selasa, 28 Februari 2017

Macam-Macam IP Address dan Subnet Mask

IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jaringan yang dituju adalah IP address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer akan mengalami cross penggunaan alamt yang sama
1. Macam Macam kelas IP Adderss 
A.        Kelas A
Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127,dan Pengalamatan kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host
NNNNNNNN
HHHHHHHH
HHHHHHHH
HHHHHHHH
            N = Net ID                             H = Host ID
Kelas A hanya menggunakan oktet pertama ID jaringan, tiga oktet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostID

Karakteristik Kelas A
Bit Pertama                 : 0
Panjang NetID                        : 8 bit
Panjang HostID          : 24 bit
Byte pertama               : 0-127
Jumlah                         : 126 Kelas A
Range IP                     : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP                    : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A

B.        Kelas B
Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191,dan Pengalamatan kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host
NNNNNNNN
NNNNNNNN
HHHHHHHH
HHHHHHHH
            N = Net ID                             H = Host ID

Karakteristik Kelas B
Bit Pertama                 : 10
Panjang NetID                        : 16 bit
Panjang HostID          : 16 bit
Byte pertama               : 127-191
Jumlah                         : 16.384 Kelas B  
Range IP                     : 128.xxx.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP                    : 65.532 IP Address pada tiap kelas B

C.        Kelas C
Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223,dan Pengalamatan kelas C masing-masing dapat mendukung 256 host
NNNNNNNN
NNNNNNNN
NNNNNNNN
HHHHHHHH
            N = Net ID                             H = Host ID
IP Address kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil
Karakteristik Kelas C
Bit Pertama                 : 110
Panjang NetID                        : 24 bit
Panjang HostID          : 8 bit
Byte pertama               : 192-223
Jumlah                         : 156 Kelas C  
Range IP                     : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx
Jumlah IP                    : 254 IP Address pada tiap kelas C

D. Kelas D  (224.0.0.0 – 239.255.255.255)
E.  Kelas E  (240.0.0.0 – 254.255.255.255)

Catatan:
Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam suatu jaringan.
Network ID berfungsi untuk mengidentifikasikan suatu jaringan dari jaringan yang lain
.
2. Subnet Mask
            Nilai subnet mask digunakan untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan untukTCP/IP untuk menetukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokalatau nonlokal.
            Network ID dan Host ID di IP Address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP Address.
  
Tabel Subnet Mask
Kelas IP Address
Bit Subnet
Subnet Mask
A
1111111 00000000 00000000 00000000
225.0.0.0
B
11111111 11111111 00000000 00000000
225.225.0.0
C
11111111 11111111 11111111 00000000
225.225.225.0